by Nyong ETIS

BERANDA   -    BILIK BACA   -    RUANG ISTIRAH   -    TELAGA SUNYI   -    NEGERI DI ATAS AWAN

HENING BERSUA

hening menyapa
cermin bertanya
ya, kita bersua
...
..
.
Gereja Ganjuran
Vihara Mendut
Candi Borobudur
Candi Prambanan

SASTRAYOGA


inikah altar suci para bangsawan
tempat dimana sesaji terbaik dilarungkan?

kepada jelata, lihatlah!
di luar pagar ada kuburan sunyi dekat comberan
tempat aman untuk menyetubuhi kalangwan

Taman Budaya, Yogyakarta

LUKISAN KATA



untuk apa kita melata di alam fana ini
jika bukan untuk melukiskan kata-kata
seraya bermimpi bahwa ia kan mengabadi?

Kampung Batik Laweyan, 
Solo, Jawa Tengah

GAUNG MENGGURUH

aku menjengukmu
untuk menyapa masa lalu
mengamini gaung tak kasat mata yang mengguruh

oh Sang Waktu
luruhkanlah keangkuhanku!

Gua Selarong, Bantul, Yogyakarta

SUWUNG PENGGALIH




  pada alam aku bercermin
pada tubuh aku bicara
Tuhan, inilah aku
telanjang di hadapan-Mu 




Candi Cetho dan Candi Sukuh, 
Karanganyar, Jawa Tengah

BINATANG DALAM SANGKAR

 


lemparkanlah tatapanmu!
ke depan
ke samping kanan
ke samping kiri
lalu tengoklah ke belakang
juga ke bawah
atau ke atas
memang apa yang membedakan kita dengan mereka?



Taman Safari, Pandaan, Pasuruan

KEPAKKAN SAYAPMU DAN TERBANGLAH

seperti burung elang
kita juga punya sayap untuk terbang
mengepak di awang-awang
menjenguk dunia asing dan ragam kemustahilan

seperti burung elang
kepakkan sayapmu dan terbanglah!








Ketep Pass, Magelang, Jateng

LAMBAIAN KEAKRABAN

Baron
Kukup
Krakal
Parangtritis
Pandansari
Depok
Samas
Parangtritis di mulut Gua Langse
...
di tubir karang aku memandang
riak wajahmu yang berombak tak jua tenang
apakah ini cermin yang ada di kedalaman 
atau hanya lambaian pada angin tanda keakraban?

Pantai Laut Selatan, Yogyakarta

RUMAHKU SURGAKU


baity jannaty, rumahku adalah surgaku
demikianlah kalimat itu akrab terekam di benakku sejak dulu
seperti halnya al-jannah tahta aqdamil-ummahat
bahwa surga berada di bawah telapak kaki para ibu
dan aku mengaminkan kebenaran kata-kata itu
maka, wahai engkau yang mendamba surga, lihatlah!
ternyata surga selalu ada di depan mata

'Halaman Surga', Sidoarjo, Jawa Timur

ADA UNTUK MENGABADI


tidak ada yang diam, semuanya mengalir
tidak ada yang tetap, semuanya berubah
demikian Heraclitus pernah mendakwah
seperti aliran air yang engkau mandi di dalamnya
atau hembusan udara yang engkau berkubang di pusarannya
tersadari atau tidak, mengalir senantiasa
bahkan Parmenides pun mengakuinya
meski ia lebih memilih percaya, bukan sebagai fragmenta, 
arche tak pernah berubah

sudahlah, tersadari atau tidak, semua yang ada memang menjadi
dan sekali mengada ia akan mengabadi
tiada yang berubah, semua mengalir pasti


Pemandian Air Panas Ubalan, Pacet
Mojokerto, Jawa Timur

TITIK HORIZON


ruap aroma garam menemani sepanjang perjalanan
bersama desau angin pantai yang menari ikuti lekukan sempadan
sementara gelombang bergulung-gulung naik turun
tak ada henti, entah sampai kapan
mungkin hanya di titik horizon, ia akan bisa menjadi tenang
dimana sang langit menjamah lembut bibir lautan


Pantai Camplong, Sampang, Madura

HIJAU MERIMBUN HINGGA JAUH




pucuk-pucuk daun teh merimbun hijau hingga jauh
membawa ingatan melayang pergi ke waktu yang lampau
saat tiba di tempat asalnya, ada dua jiwa terlihat di sana
melangkah perlahan beriringan, aih! seulas senyuman
tanpa dipinta tiba-tiba saja rekah 

hanya ada kata-kata sederhana terdengar mengisi sunyi suasana
meski dalam lubuk hati terdalam, ada gelegak yang takkan kuasa dicegah riuhnya
ya, tinggal menghitung hari, hidup mereka sama sekali akan berubah

dan hari ini, di sini
hamparan hijau itu masih saja merimbun hingga jauh
seperti halnya dua jiwa yang melangkah perlahan beriringan
meski tak seperti dulu, tiada lagi kekosongan yang menjadi jarak pengantara  
kini ada senyum dan tawa seorang anak laki-laki, merengkuh dua jiwa
mentautkan jari-jemari mereka sebagai ibu dan bapaknya

Kebun Teh Wonosari, Lawang, Jatim